PENDIDIKAN PROFESI, PENDIDIKAN SERTIFIKASI GURU

Januari 2010
Oleh: Parlan, S.Pd

Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 42 menyatakan bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Hal ini diperkuat dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, Pasal 8 yang menyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sertifikat pendidik bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui sertifikasi dengan penilaian portofolio atau melalui jalur pendidikan.
Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Keempat kompetensi tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut.
1. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, sekurang-kurangnya meliputi (1) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, (2) pemahaman terhadap peserta didik, (3) pengembangan kurikulum/silabus, (4) perancangan pembelajaran, (5) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, (6) pemanfaatan teknologi pembelajaran, (7) evaluasi proses dan hasil belajar, dan (8) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
2. Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya mencakup (1) berakhlak mulia, (2) arif dan bijaksana, (3) mantap, (4) berwibawa, (5) stabil, (6) dewasa, (7) jujur, (8) mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, (9) secara objektif mengevaluasi kinerja sendiri, dan (10) mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.
3. Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat, sekurang-kurangnya meliputi (1) berkomunikasi lisan, tulisan, dan/atau isyarat, (2) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional,(3) bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua/wali peserta didik, (4) bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku, dan (5) menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan dan semangat kebersamaan.
4. Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu, teknologi, dan/atau seni yang sekurang-kurang meliputi penguasaan (1) materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampunya, dan (2) konsep-konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampu.
Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. Oleh karena itu, secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam; (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (diciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (pedagogical content); (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar, serta tindak lanjut untuk perbaikan; dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan.
Salah satu implementasi dari Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 adalah program sertifikasi guru dalam jabatan yang dilaksanakan melalui:
(a) Penilaian portofolio guru sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan.
(b) Jalur pendidikan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan.

Landasan Hukum
Berdasarkan amanat UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 42 dan 61, UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 8, dan PP No.19 Tahun 2005 Pasal 29, guru pada jenis dan jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah wajib memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau D IV sesuai dengan bidang tugasnya, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Di samping persyaratan tersebut, seorang guru harus memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Keempat kompetensi tersebut tercermin secara integratif dalam kinerja guru dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik yang diperoleh melalui uji kompetensi.
Sertifikasi pendidik bagi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui penilaian portofolio dan jalur pendidikan. Penetapan peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio berdasarkan pada urutan prioritas masakerja sebagai guru, usia, pangkat/golongan, beban mengajar, tugas tambahan, dan prestasi kerja. Dengan persyaratan tersebut diperlukan waktu yang cukup lama bagi guru muda yang berprestasi untuk mengikuti sertifikasi. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan sertifikasi guru dalam jabatan yang mampu mengakomodasi guru-guru muda berprestasi yaitu melalui jalur pendidikan. Pelaksana sertifikasi melalui jalur pendidikan ini adalah LPTK yang ditunjuk sesuai keputusan Mendiknas No. 122/P/2007. Mengingat pelaksanaan program sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan ini melibatkan berbagai institusi terkait dan dalam upaya melakukan penjaminan mutu maka diperlukan pedoman penyelenggaraan.
Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik dan sertifikat. Guru yang belum memiliki kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik wajib memenuhi kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak berlakunya Undang-undang.
Rekrutmen peserta sertifikasi guru dalam jabatan melalui portofolio ditentukan atas dasar masa kerja sebagai guru, usia, pangkat/golongan (bagi PNS), beban mengajar, jabatan/tugas tambahan, dan prestasi kerja. Persyaratan dan prioritas penentuan calon peserta sertifikasi guru baik untuk guru PNS maupun bukan PNS berlaku sama, kecuali unsur pangkat dan golongan.
Selain dengan penilaian portofolio, sertifikasi guru dalam jabatan dilakukan pula melalui jalur pendidikan. Sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan adalah proses pemberian sertifikat pendidik bagi guru dalam jabatan melalui pendidikan selama-lamanya 2 semester (Permendiknas Nomor 40 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan). Pendidikan tersebut diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah (Keputusan Mendiknas Nomor 122/O/2007 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan). Sertifikasi melalui jalur pendidikan diorientasikan bagi guru berusia muda yang berprestasi dan mengajar pada pendidikan dasar (SD dan SMP).
Untuk melaksanakan program sertifikasi melalui jalur pendidikan, LPTK pelaksana perlu mempunyai kurikulum yang sesuai dengan kondisi setempat tetapi juga sesuai dengan standar nasional. Oleh karena itu diperlukan rambu-rambu yang digunakan LPTK dalam penyusunan kurikulum program sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan. Penyusunan kurikulum perlu memperhatikan masukan dari pemangku kepentingan (stakeholders) dan asosiasi profesi program studi sebagai upaya penjaminan mutu (quality assurance) dan pengendalian mutu (quality control) pendidikan.

Tujuan Pendidikan Sertifikasi
Secara umum program sertifikasi guru melalui jalur pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai pendidik profesional. Secara khusus program ini bertujuan sebagai berikut.
1. Meningkatkan penguasaan bidang ilmunya.
2. Memantapkan kemampuan mengajar guru.
3. Mengembangkan kompetensi guru secara holistik sehingga mampu bertindak
secara profesional.
4. Meningkatkan kemampuan guru dalam kegiatan penelitian dan kegiatan ilmiah lainnya, serta memanfaaatkan teknologi komunikasi informasi untuk kepentingan pembelajaran dan perluasan wawasan.

Sasaran Sertifikasi
Sasaran program sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan adalah guru SD dan SMP yang lulus seleksi administrasi di dinas pendidikan kota/kabupaten dan seleksi akademik yang dilakukan LPTK bersama Ditjen Dikti. Guru-guru tersebut adalah: (1). guru SD (guru kelas), (2). guru SMP untuk bidang studi Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Kesenian, Olah raga, PKn, Bimbingan dan Konseling.
Prinsip Pembelajaran
Prinsip-prinsip pembelajaran yang perlu mendapat perhatian khusus dalam program sertifikasi guru dalam jabatan melalui pendidikan, antara lain.
1. Belajar dengan berbuat.
Prinsip learning by doing tidak hanya diperlukan dalam pembentukan ketrampilan, melainkan juga pada pembentukan pengetahuan dan sikap. Dengan prinsip ini, pengetahuan dan sikap terbentuk melalui pengalaman dalam menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang ditugaskan termasuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi di lapangan.
2. Keaktifan peserta didik.
Pembelajaran diarahkan pada upaya untuk mengaktifkan peserta didik, bukan dalam arti fisik melainkan dalam keseluruhan perilaku belajar. Keaktifan ini dapat diwujudkan antara lain melalui: pemberian kesempatan menyatakan gagasan, mencari informasi dari berbagai sumber dan melaksanakan tugas-tugas yang merupakan aplikasi dari konsep-konsep yang telah dipelajari.
3. Dampak pengiring.
Di samping diarahkan pada pencapaian dampak instruksional (instructional effects), proses pembelajaran diharapkan mengakomodasi upaya pencapaian dampak pengiring (nurturant effects). Upaya ini akan membantu pengembangan sikap dan kepribadian peserta didik sebagai guru, di samping penguasaan materi perkuliahan.
4. Penggunaan multi-metode dan multi-media.
Penggunaan berbagai model, metode, dan teknik pembelajaran harus dapat dioptimalkan sehingga di samping untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, dapat pula terwujud suasana pembelajaran yang ‘hidup’ dan tidak membosankan. Penggunaan multi-cara ini perlu dilengkapi dengan penggunaan multi-media, baik media cetak, media elektronik, maupun obyek nyata (realita).
5. Mekanisme balikan secara berkala.
Penggunaan mekanisme balikan melalui asesmen secara berkala akan mendukung upaya pencapaian kompetensi. Praktik asesmen melalui kuis-kuis singkat dan tugas-tugas jangka pendek yang diperiksa dan dinilai dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran.
6. Pemanfaatan teknologi informasi.
Keterampilan memanfaatkan teknologi informasi perlu dikembangkan dalam semua perkuliahan, baik untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan maupun sebagai media pembelajaran.
7. Pengakraban dengan situasi nyata.
Pengenalan lapangan dilakukan sejak awal tidak hanya menjelang akhir program, melalui kunjungan ke sekolah pada waktu-waktu tertentu. Kegiatan dirancang dan dilaksanakan sebagai tugas perkuliahan.

Sistem Perkuliahan
Sistem pembelajaran program pendidikan ini ditekankan pada pengembangan kemampuan yang mempersyaratkan pemahaman konsep-konsep yang mantap dan kemudian diterapkan dalam praktik. Dengan kata lain, pembelajaran tidak cukup menekankan pada segi apa dan mengapa, tetapi pada segi bagaimana penerapannya. Dengan demikian, proses pembelajaran dalam program ini perlu memperhatikan hal-hal berikut :
1. Program pendidikan diselenggarakan selama-lamanya 2 (dua) semester.
2. Pengembangan bahan ajar dilakukan berdasarkan standar isi kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi setempat.
3. Dalam proses pembelajaran, dosen mampu berperan sebagai model guru SD atau SMP, sehingga peserta didik mendapat gambaran nyata tentang perilaku guru yang harus ditampilkan ketika mengajar.
4. Kegiatan pembelajaran menerapkan pendekatan yang dapat melibatkan peserta didik dalam pemerolehan konsep dan makna materi kajian melalui pengalaman langsung dalam suasana pembelajaran yangmenyenangkan.
5. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara bervariasi, sehingga memungkinkan terbentuknya dampak instruksional dan dampak pengiring, seperti keterbukaan, kemampuan kerjasama, berpikir kritis, dan saling menghargai.
6. Kegiatan pembelajaran memanfaatkan media dan sumber belajar yang dapat menumbuhkan kreativitas peserta didik untuk memilih alternative media dan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa dari yang paling sederhana sampai yang paling canggih saat berada di sekolah.

Modus pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka penuh waktu. Kegiatan perkuliahan dilakukan di kampus induk, sedangkan kegiatan pemantapan kemampuan mengajar (PKM) di sekolah mitra.

Bahan Ajar
Di bawah ini penulis berikan contoh kurikulum pendidikan sertifikasi guru SD. Ringkasan bahan ajar masing-masing mata kuliah dapat dilihat pada table di bawah ini.
Ringkasan Bahan Ajar
No Mata Kuliah Kandungan Bahan Ajar SKS Kompetensi Utama
Ped Kpr Prf Sos
1 Prinsip-prinsip
Pembelajaran
yang mendidik di SD Konsep dan tujuan pendidikan,landasan-landasan pendidikan, pendidikan berbasis kompetensi, konsep dan contoh pembelajaran yang mendidik, karakteristik pendidikan SD, pembelajaran yang membebaskan, konstruktivisme, behaviorisme, humanisme. 3 x x
2 Perkembangan
dan bimbingan
peserta didik usia
SD Karakteristik peserta didik, tahap dan tugas perkem-bangan, implikasi dalam pembelajaran di SD, bimbingan dan konseling, teori belajar. 2 x x
3 Pendidikan
Bahasa Indonesia
SD Konsep dasar BI yang terkait dengan pembela-jaran BI di SD, telaah kurikulum BI SD, pendekatan pembelajaran BI, tematik,penyusunan makalah, simulasi, apresiasi sastra. 3 x x
4 Pendidikan
Matematika SD Konsep dasar Matematika yang terkait
dengan pembelajaran Matematika di SD, telaah kurikulum Matematika SD, pendekatan pembelajaran matematika, pembelajaran tematik, pembuatan alat peraga. 3 x x
5 Pendidikan
IPA SD Konsep dasar IPA yang terkait dengan pembelajaran IPA di SD, telaah kurikulum IPA SD, pendekatan pembelajaran IPA, praktikum, pembuatan alat peraga, model-model pembelajaran. 3 x
x
6 Pendidikan
IPS Konsep dasar IPS yang terkait dengan pembelajaran IPS di SD, telaah kurikulum IPS SD, pendekatan pembelajaran IPS, pembelajaran portofolio, penyususnan makalah. 2 x x
7 Pendidikan
Kewarganegaraan
(PKn) SD Konsep dasar PKn yang terkait dengan pembelajaran PKn di SD, telaah kurikulum PKn SD, pendekatan pembelajaran PKn,pendalaman materi PKn SD, penysusunan makalah, penyusunan LKS. 2 x x
8 Perencanaan dan
Pelaksanaan
Pembelajaran di SD Prinsip & format Rencana Pembelajaran, strategi pembelajaran, penilaian proses & hasil belajar, keterampilan dasar mengajar , analisis kebutuhan belajar, analisis kurikulum, praktik pembelajaran. 4 x x x x
9 Penelitian
Tindakan Kelas Hakikat PTK, masalah-masalah pembelajaran yang memerlukan perbaikan, peningkatan proses pembelajaran melalui PTK, proposal pelaksanaan PTK, PTK dan penelitian empiris, dan penysusunan proposal. 2 x x
10 Teknologi
Informasi
Komunikasi Berbagai sumber informasi, cara mengakses informasi, penyimpanan dan penampilan kembali, pengolahan data, microsof office, pembuatan email,dan web/blog. 2 x x
11 Pemantapan
Kemampuan
Mengajar Latihan keterampilan dasar mengajar sesuai kebutuhan, latihan terbimbing dan mandiri di SD mitra. 6 x x x x
12 Alat Peraga Matematika dan IPA* Penyususnan RPP dengan alat peraga, pengenalam media matematika dan IPA, pembuatan alat peraga sederhana, simulasi 2 x x
JUMLAH 34
Sumber : Pedoman Sertifikasi jalur pendidikan 2008, dengan perubahan seperlunya.(*mata kuliah tambahan, Ped=pedagogic, Kpr=kepribadian, Prf=Profesional, Sos=sosial).

Kegiatan di Luar Kampus
Di samping kegiatan perkuliahan tatap muka di kampus, kegiatan pendidikan serifikasi guru juga dilaksanakan di luar kampus. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan situasi nyata pada peserta/mahasiswa, dan menerapkan teori yang dipelajari di kampus. Kegiatan di luar kampus yang utama adalah kegiatan PKM. Kegiatan yang lain dipandang penting juga adalah kunjungan ke SD-SD yang memenuhi criteria tertentu dianggap pantas dijadikan rujukan.
Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)
PKM merupakan kulminasi dari program sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan. Mata kuliah ini berbobot 6 SKS. Kegiatan PKM dilakukan di sekolah mitra dengan bimbingan secara intensif dari dosen pembimbing praktik dan guru pamong. Sekolah mitra yang digunakan untuk pelaksanaan PKM harus dapat merasakan adanya peningkatan dalam kualitas pembelajaran yang selanjutnya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Hal itu hanya mungkin terjadi bila bimbingan peserta didik oleh dosen pembimbing dan guru pamong dilakukan secara terencana, kolaboratif, dan bersinambungan.Dengan demikian, pengamatan dan refleksi terhadap pembelajaran harus dilakukan oleh guru pamong dan dosen pembimbing secara bersama. Agar hasil bimbingan itu berkualitas maka diperlukan dosen pembimbing dan guru pamong yang berkualitas.
Guru pamong setidaknya:
1. Guru di sekolah mitra dengan kualfikasi akademik minimal Sarjana S1
2. Memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 10 tahun
3. Ditunjuk oleh kepala sekolah secara formal untuk mendampingi guru dalam rangka sertifikasi.
Mata kuliah ini memberikan latihan ketrampilan mahasiswa dalam menerapan model-model pembelajaran inovatif yang telah dipelajari melalui Mini Teaching maupun Real Teaching. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan terampil dalam menerapkan pembelajaran inovatif yang berbasis pada masalah, PAKEM, pembelajaran kooperatif, penugasan, inquiry, portofolio, dan pembelajaran multi-media.
Manfaat
Kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) ini memiliki manfaat yang dapat dirasakan baik secara langsung maupun tak langsung oleh peserta (mahasiswa), sekolah tempat PKM, maupun LPTK penyelenggara.
a. Bagi Peserta (Mahasiswa)
1). Dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran inovatif.
2). Dapat menerapkan pembelajaran berbasis ICT
3). Dapat mengembangkan potensi guru (peserta) secara holistik sehingga dapat bertindak secara profesional.
4). Dapat mengembangkan wawasan pembelajaran melalui diskusi bersama antara guru pamong, dosen pembimbing, dan peserta.
5). Dapat lebih memantapkan kemampuan profesionalnya yaitu ketrampilan mengajar.
b. Bagi SD tempat PKM
1). Dapat bertukar informasi, pengalaman, dan gagasan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
2). Dapat menerima sumbangan pemikiran inovatif pembelajaran yang berguna untuk bahan telaah dan peningkatan kualitas pembelajaran.
3). Bersama-sama dapat meningkatkan profesionalisme guru.

c. Bagi LPTK
1). Dapat menerapkan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat
2). Dapat meningkatkan kerjasama dan komunikasi yang baik dengan lembaga pendidikan dibawahnya dalam kerangka meningkatkan mutu pendidikan.
3). Dapat mengenalkan LPTK pada masyarakat luas.

Oleh karena itu, sekolah mitra yang dipilih haruslah sekolah yang telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS) dengan nilai minimal B. Jumlah sekolah mitra yang diperlukan harus sepadan dengan jumlah peserta didik yang akan melaksanakan PKM. Dosen pembimbing dan guru pamong harus berada di kelas selama peserta didik melakukan praktek pembelajaran dan hadir memberikan masukan dalam refleksi yang diadakan setelah pembelajaran berlangsung pada hari itu juga.
Asesmen
Asesmen dalam program sertifikasi guru melalui pendidikan dilakukan oleh LPTK penyelenggara. Hasil asesmen digunakan untuk menentukan kelayakan peserta mengikuti uji kompetensi. Asesmen dilakukan pada perkuliahan tatap muka dan PKM.
Perkuliahan Tatap Muka
a. Asesmen dilakukan secara berkelanjutan untuk keperluan balikan dan perbaikan (formatif), dan juga untuk keperluan penentuan kelulusan (sumatif). Asesmen tersebut mencakup ujian tengah dan akhir semester serta tugas-tugas sepanjang perkuliahan berlangsung. Ujian yang diberikan mencakup tes tulis dan/atau tes kinerja sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Jika diperlukan, dapat pula diberikan tes lisan. Tugas-tugas yang diberikan lebih diarahkan pada penerapan konsep-konsep yang telah dipelajari secara bertahap.
b. Berdasarkan ciri kurikulum berbasis kompetensi, asesmen dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penilaian Acuan Kriteria (PAK) yang hasilnya menggambarkan profil kompetensi yang telah dan belum dicapai peserta didik. Pendekatan PAK diterapkan baik dalam pengembangan materi asesmen maupun analisis hasil yang dicapai. Nilai hasil asesmen dinyatakan dalam persentase pencapaian kompetensi seperti 30%, 50%, 85%, dan seterusnya. Di samping dalam bentuk nilai, hasil asesmen setiap matakuliah dilengkapi pula dengan deskripsi tentang kompetensi-kompetensi yang masih perlu ditingkatkan.
c. Kriteria minimal kelulusan dalam suatu matakuliah disarankan 75% dengan catatan peserta didik yang hasil asesmennya di bawah kriteria minimal diberi kesempatan untuk mengulang/memperbaiki tugas sampai berhasil dengan dukungan program remedial.
Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)
a. Asesmen untuk menilai kinerja peserta didik dalam PKM dilakukan dengan menggunakan Instrumen Penilaian Kemampuan Guru (IPKG) yang mencakup: (1) penilaian terhadap rencara pelaksanaan pembelajaran (RPP); dan (2) penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran. Nilai yang diperoleh dari kedua instrumen tersebut dicantumkan secara terpisah. Di samping dalam bentuk nilai, hasil asesmen dalam PKM dilengkapi pula dengan deskripsi kompetensi-kompetensi yang masih perlu ditingkatkan.
b. Asesmen formatif untuk setiap peserta didik perlu didokumentasikan sehingga dapat dilihat perkembangan/peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan selama PKM.
c. Kriteria nilai minimal kelulusan bagi peserta program adalah B. Peserta dengan hasil asesmen di bawah kriteria minimal diberi latihan tambahan sampai berhasil mencapai nilai minimal.

Uji Kompetensi Nasional
Uji nasional ini dalam bentuk tertulis dan praktik. Ujian tulis dalam uji kompetensi ini menggunakan seperangkat tes yang jawabannya berupa pilihan dan essay. Alternatif jawaban bentuk pilihan dapat berupa pilihan ganda, sedangkan bentuk isian berupa isian singkat dan isian panjang/uraian.
Uji Praktik
Ujian praktik adalah uji kinerja guru mengelola pembelajaran di kelas. Uji kinerja guru sekurang-kurangnya meliputi aspek (1) penyusunan RPP, (2) kegiatan pra pembelajaran (pengecekan kesiapan kelas dan apersepsi), (3) kegiatan inti (penguasaan materi, strategi pembelajaran, pemanfaatan media/sumber belajar, evaluasi, dan penggunaan bahasa), dan (4) penutup (refleksi, rangkuman, dan tindak lanjut).

Berdasarkan paparan di atas betapa pentingnya pendidikan profesi bagi guru, agar menjadi guru yang profesional. Dan proses sertifikasi guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik memang menjadi jamaninan mutu. Lantas bagaimanakah proses sertifikasi yang melalui portofolio, dengan mengumpulkan dokumen? Andalah yang menentukannya. Bravo guru Indonesia!

Buku Rujukan :
Depdiknas, 2008. Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008, Buku 6 Pedoman Penyelenggaraan Program Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan. Jakarta : Dirjen Dikti Depdiknas.
Depdiknas, 2008. Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008, Buku 7 Rambu-Rambu Penyusunan Kurikulum Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan. Jakarta : Dirjen Dikti Depdiknas.
Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2005 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan melalui jalur pendidikan.
Pedoman Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan untuk Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Catatan Kuliah Pendidikan sertifikasi guru SD di Universitas Negeri Semarang tahun 2008.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: